Kartu donor digital
QR sungguhan, golongan, jumlah donor, dan cincin hitung mundur menuju hari ke-60.
Pendonor memantau riwayat dan kelayakannya sendiri. Petugas UDD mengelola donasi, uji saring, stok, dan BPPD. Pimpinan melihat kondisi seluruh cabang.


Kartu hilang, jeda donor sulit dipastikan, dan stok per komponen dihitung manual. Berikut yang diubah sistem ini.
Setiap tahap tercatat, dan stok hanya berubah lewat tahap yang semestinya.
Pendonor melihat kegiatan donor per provinsi beserta sisa kuota, lalu mendaftar hadir.
Petugas mencari pendonor, melihat kelayakannya, dan mengisi hasil pemeriksaan.
Donasi menerbitkan satu kantong berstatus karantina, bukan langsung stok.
Hasil dicatat per kantong atau massal. Yang reaktif dikeluarkan dan dipisahkan.
Kantong lolos masuk stok. Penyerahan ke pasien mengurangi golongan dan komponen yang tepat.
Tangkapan layar dari demo yang berjalan, seluruhnya data contoh.

Uji saring & karantina — catat hasil massal dari lembar laboratorium: tulis kantong yang reaktif, sisanya otomatis non-reaktif.

Stok darah — per golongan dan komponen, batas aman, status, penyesuaian dengan alasan, dan unduh CSV.

Dasbor ketua — ringkasan nasional, golongan kritis, dan perbandingan seluruh cabang.

Kartu donor digital — QR, golongan, jumlah donor, dan cincin kelayakan di HP pendonor.
Portal publik dan pendonor, dasbor petugas UDD, dan dasbor ketua.
QR sungguhan, golongan, jumlah donor, dan cincin hitung mundur menuju hari ke-60.
Riwayat lengkap, unduh CSV, dan penghargaan 10, 25, 50, 75, 100 kali termasuk penanda Satyalancana.
Daftar per provinsi dengan sisa kuota, halaman rincian, dan formulir hasil lapangan.
Rekap nasional dan per UDD dengan status aman, perlu tambahan, atau kritis.
Hasil IMLTD per kantong atau massal, mengacu pada Petunjuk Teknis IMLTD Kemenkes 2023.
Data penerima, cek stok, dan penyerahan yang menolak otomatis kalau stok kurang.
Rekap per penjamin (umum, JKN, asuransi, dibebaskan), status tagihan, dan rentang tanggal.
Peringkat cabang, tren 6 bulan, matriks stok golongan × cabang, dan loyalitas pendonor.
Kami menyebutnya terang-terangan: data kesehatan tidak boleh hanya tersimpan di peramban.
Pada demo, data tersimpan di peramban perangkat yang membukanya, dan sandi akun contoh tidak diamankan.
Aspek hukum data kesehatan sebaiknya dikonsultasikan juga dengan ahli hukum Anda.
Pendonor tidak perlu masuk. Petugas dan ketua memakai akun contoh yang juga tertulis di halaman masuk demo:
| Peran | Pengguna | Sandi |
|---|---|---|
| Petugas UDD | admin.surakarta | donor2026 |
| Ketua | ketua | donor2026 |
| Cek riwayat donor | DD-3372-000001 (nomor kartu contoh) | |
Tidak ada harga tetap karena kebutuhan tiap UDD berbeda: jumlah cabang, jumlah pendonor, penyesuaian alur, dan kebutuhan integrasi.
Bukan. Sistem ini dibuat oleh Wicom sebagai solusi untuk Unit Donor Darah (UDD). Wicom tidak berafiliasi dengan Palang Merah Indonesia.
Data di demo seluruhnya contoh, dibangkitkan acak, dan tidak merujuk orang sungguhan. Jangan memasukkan data pendonor nyata ke demo. Untuk pemakaian sungguhan, data disimpan di server dengan pengamanan yang dijelaskan di bagian Status.
Tidak. Darah tidak diperjualbelikan. Yang dicatat adalah biaya pengganti pengolahan darah (BPPD): uji saring, pengolahan komponen, kantong, dan penyimpanan.
Ya. Setiap petugas UDD hanya melihat cabangnya sendiri, sedangkan ketua melihat seluruh cabang. Zona waktu mengikuti cabang.
Tarif di demo mengacu pada SK PMI Pusat 019/KEP/PP PMI/2023 dan Permenkes HK.01.07/MENKES/504/2024. Pada pemasangan sungguhan, tarif dan aturan diselaraskan dengan ketentuan UDD Anda.
Demo berjalan di peramban dan dapat dipakai tanpa server. Versi server tentu memerlukan koneksi internet atau jaringan ke server.
Wicom Group, pembuat keluarga aplikasi Saku dan sistem informasi lain. Hubungi langsung lewat WhatsApp 0812-4839-828.
Demo dipindah ke wicom.co.id/donordarah/demo dan seluruh tampilannya dinetralkan: tanpa nama dan lambang organisasi lain, nomor kartu berawalan DD, dan sandi akun contoh diganti.
Portal pendonor, dasbor petugas UDD, uji saring dan karantina, stok per komponen, permintaan pasien, BPPD, dan dasbor ketua.